Warga Minim Informasi Pilkada, KPU Batubara Diberondong Sentilan Termasuk dari DPRD

JURNALHARIANSUMUT.COM – Minimnya informasi warga tentang penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Batubara 2018 mendapat sorotan tajam dari sejumlah pihak.

Salah satunya dari tokoh Pemuda Batubara, Arwan Gibran. Ia menilai sosialisasi yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) tidak menyentuh hingga ke pundi masyarakat terbawah.

“Support anggaran KPU Batubara jelas memakan Rp.29 milyar lebih tetapi hanya sosialisasi asal-asalan di tingkat Kabupaten, sementara paslon dengan aturan ketat dan keterbatasan anggaran menjangkau masyarakat pelosok,” kata Arwan, Jumaat (27/4/2018).

Menurut dia, sosialisasi KPU hanya formalitas untuk menyerap anggaran
Capai Rp29.388.487.800, sementara tujuan utama dalam peningkatan partisipasi pemilih diabaikan.”Mereka (KPU) diberi anggaran besar tetapi harus disadari ada tugas lebih besar didalamnya, sekarang paslon kan terbatas seharusnya KPU lebih terstruktur, terskema dan masif hingga pelosok,”ujarnya

Arwan menegaskan, jika nanti tingkat partisipasi pemilih dibawah 50% di Pilkada 2018, seluruh elemen pemuda tak segan-segan akan bertindak tegas menyegel KPU.

“Anggaran KPU ini bukan hanya untuk Alat Praga Kampanye (APK) apa lagi tidak pernah melibatkan tangal pemilihan dalam sepanduk APK, tetapi telerbih membangun mental demokrasi. Dibawah 50 persen kita segel KPU. Jangan main-main,”tegasnya.

Kritik terhadap kinerja KPU juga terlontar dari anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Batubara, Kristian Manurung. Menurutnya, sosialisasi yang selama ini kerap diucapkan KPU baru sebatas formalitas saja. “Belum mengena dan efektif kepelosok-pelosok,” ucapnya.

Secara tegas, Kristian meminta KPU lebih gencar lagi dalam melakukan sosialisasi tentang Pilkada 2018, yang akan dilaksanakan pada 27 Juni 2018 mendatang.

Bahkan, kritik lebih tajam diungkapkan Ketua Ampera Batubara, Sultan Fatih. Menurut dia, KPU Batubara dinilai gagal dalam fungsinya sebagai pihak penyelenggara pemilu.

“KPU jangan asik dengan dunianya sendiri. Banyak warga yang tidak tahu Pilkada adalah kegagalan mereka sebagai penyelenggara pemilu,” Tandasnya

[TAF]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.