Khairil Anwar Lempar Batu, Zahir Tak Nyambung, Darwis Memaklumi

JURNALHARIANSUMUT.COM – Banyak orang mengatakan bahwa dalam debat Pilbub Batubara tidak memuaskan. Dalam sesi-sesi tanya-jawab, kata mereka memberi contoh, banyak jawaban yang tidak sinkron dengan pertanyaan, ada yang melempar batu dan ada pula yang tak menyambug, khususnya yang keluar dari masing-masing mulut para calon Bupati.

Namun, apakah anggapan itu benar? Tulisan ini akan menjawabnya lewat analisis atas sesi tanya jawab dalam acara debat tersebut, ketika masing-masing pasangan calon saling timpuk dengan pertanyaan dan pernyataan. Fokus analisis ialah para calon Bupati Batubara, antara lain Ir Zahir Map dan Khairil Anwar.

Dalam sesi kedua tanya-jawab debat itu, Khairil Anwar hanya mengambil beberapa kesempatan buat menjawab pertanyaan paslon nomor urut 2.

Pada sesei pertanyaan kedua debat itu, saat Darwis menanyakan bagaimana cara masing-masing pasangan calon menata birokrasi yang bagus di Batubara, Khairil Anwar malah lempar batu dan bercerita tentang sosok Bupati yang tidak berkantor, melainkan berkantor di kantor kepala desa. Entah Apa maksudnya Bupati tidak berkantor di kantornya sendiri? Hanya Khairil Anwar yang tahu.

Selain ngeletur, Khairil Anwar juga tak menerangkan sisi teknis aturan main dalam ‘menanta birokrasi’ yang bagus sebagai jalan keluar dalam masalah yang ditanyakan Darwis, melainkan menjawab seperti seorang ‘komentator politik’ paruh waktu di warung-warung “tuak”: membicarakan bupati berkantor di kantor desa itu sebagai bagian dari spekulasi karna tak memahami arti birokrasi yang sebenarnya.

‘sebagai contoh’, ujar Kahiril Anwar “birokrasi di batubara harus dilakukan dengan cara Bupatinya jangan berkantor di kantor bupati Batubara, melainkan harus berkantor di kantor kepala desa, 141 Desa ditambah 4 Kelurahan (ngelentur) harus bergilir di desa ke desa, ” Ujar Kahiril Anwar menjawab pertanyaan Darwis

Dalam jawaban tersebut barangkali Khairil Anwar kurang yakin dengan komentarnya sendiri. Seperti seorang pegulat dalam pertandingan tag-team di dalam mimpi, ia ngelentur jawaban kesana kemari, Seperti kata Khairil Anwar memberi contoh: “Bupatinya harus keliling itu, satu minggu didesa ini, satu minggu lagi didesa sana”. Celoteh Khairil Anwar ngelentur

Zahir Lihai Menyindir, Namun Tidak Nyambung Menjawab

Saat ditanya nomor urut dua, Darwis soal penataan birokrasi yang bagus, Zahir malah merepet tentang program ekonomi.

“Pembangunan ekonomi dibangun dari kita sendiri, tidak bisa dibangun jika tidak punya program yang benar, atau program kerja yang kurang. Pemerintah Batu Bara harus bersinergi dengan stakeholder dan Pemprov, serta pusat,” kata Zahir degan mimik kebingungan.

Sampai masuk ke tahap sesi tanggapan, Darwis pun memaklumi ocehan mereka yang dinilai kurang tepat menjawab dibiding ini.

“To lead by example, dalam menata birokrasi yang bagus, Kata Darwis mengulangi pertanyaannya berulang kali, “sebenarnya kita harus mulai dulu dari proses program yang dibuat dari badan perencanaan daerah (Bapeda), dimana porsi anggaran yang seharusnya 60%, dimana belanja modal dengan belanja pegawai itu harus kita baguskan porsinya 60% dan 60%. Dan pada saat ini porsi anggaran kita untuk belanja modal adalah 40%, sedangkan belanja pegawai kita 60%, jadi tidak singkron”

Jika nantinya kami menjabat sebagai tim pengambil kebijakan di kabupaten Batubara, Lanjut Darwis “maka anggaran ini perlu kita benahi terlebih dahulu, yakni belanja Modal 60% dan belanja Pegawai 60%, baru kemudian seluruh birokrasi yang kita anggkat tidak ada pengutipan dan pungutan. karna ini merupakan titik lemahnya persolanan pelayanan yang baik dan mantap” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.