Korupsi Berjama’ah, 38 Anggota DPRD Sumut Ditetapkan Menjadi Tersangka

Jurnalhariansumut.com –¬†Pengusutan tindak pidana korupsi yang dilakukan secara berjama’ah oleh sejumlah anggota DPRD Sumut periode 2009-2014 dan periode 2014-2019 telah memasuki babak yang mencengangkan. Tidak tanggung-tanggung ada sebanyak 38 Eks/anggota DPRD Sumut yang telah ditetapkan menjadi tersangka dalam keterlibatanya menerima suap dari mantan Gubernur Sumut, Gatot Pujo Nugroho.

Berdasarkan surat pemberitahuan penerbitan sprindik yang dikirimkan oleh KPK kepada Ketua DPRD Sumut pada kamis 29 Maret 2018. Wakil ketua KPK Basaria Pandjaitan membenarkan surat itu.

“Ya benar,” kata Basaria saat dikonfirmasi, Jumat (30/3/2018).

Surat itu menunjukkan ada sebanayak 12 sprindik yang diterbitkan terhadap 38 tersangka. Diantara daftar nama nama yang akan disangkakan segara menyusul beberapa sindikat mantan koleganya yang sudah lebih dulu dijebloskan ke dalam penjara.

Berikut nama-nama tersangka baru yang akan segera menyusul koleganya, Rijal Sirait, Rinawati Sianturi, Rooslynda Marpaung, Fadly Nurzal, Abu Bokar Tambak, Enda Mora Lubis, M. Yusuf Siregar.

Berikutnya, Muhammad Faisal, DTM Abul Hasan Maturidi, Biller Pasaribu, Richard Eddy Marsaut Lingga, Syafrida Fitrie, Rahmianna Delima Pulungan, Arifin Nainggolan, Mustofawiyah, Sopar Siburian, Analisman Zalukhu, Tonnies Sianturi, Tohonan Silalahi, Murni Elieser Verawati Munthe, Dermawan Sembiring.

Selanjutnya, Arlene Manurung, Syahrial Harahap, Restu Kurniawan Sarumaha, Washington Pane, John Hugo Silalahi, Ferry Suando Tanuray Kaban, Tunggul Siagian, Fahru Rozi, Taufan Agung Ginting, Tiaisah Ritonga, Helmiati, Muslim Simbolon, Sonny Firdaus, Pasiruddin Daulay, Elezaro Duha, Musdalifah dan Tahan Manahan Panggabean.

(T2F)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.