Istri Kabur, Ayah Kandung Leluansa Cabuli Anaknya

jurnalhariansumut.com – DS (16) korban pencabulan ayah kandung mengaku selama ini hanya tinggal berdua dengan ayah, HA. Itu karena ibunya telah kabur dari rumah karena tidak kuasa menerima kekerasan fisik dari suami.

Ketika itu DS sudah duduk di kelas tiga SD. Saat ini ibunya menjadi tenaga kerja wanita di luar negeri. Sepeninggalan ibunya itu lah, DS mulai menerima prilaku yang tidak senonoh dari HA. Pengakuan DS, ayahnya tidak segan memukul ataupun menendang bila menolak dicabuli.

“Jika menolak permintaan ayah saya, saya selalu dipukul bahkan ditendang,” tutur DS, Sabtu (24/3) malam kepada petugas Humas Polres Tanggamus.

DS mengatakan, ayahnya pernah berhenti melakukan perbuatan cabul ketika menikah lagi di Pulau Jawa. Namun setelah DS lulus SD, ayahnya kembali lagi ke rumah dan mengulangi perbuatannya.

Terakhir DS menerima perlakuan yang tidak terpuji dari ayah kandung sendiri pada Kamis, 22 Maret 2018 sekitar pukul 09.00 WIB.

Lantaran sudah tidak kuat selalu diperlakukan seperti budak seks sama ayah, DS memberanikan diri bercerita kepada ibu melalui chattingaan, kepada pamannya dan kepala dusun.

Kemudian DS diantarkan ke Polsek Pardasuka. DS sebenarnya sudah dari dulu ingin melaporkan perbuatan bejat bapaknya. Namun dia masih memendam keinginan melapor karena kasihan.

Namun karena ayahnya tidak sadar juga dan terus-terusan berbuat cabul, akhirnya DS tidak sanggup lagi. Sehingga dia ingin  ayahnya dihukum. Itu karena DS ingin menatap hidup dengan masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.