Masyarakat Dorong Kejari Batubara Bongkar 11 Kasus Pajak BPPRD Batubara

Jurnalhariansumut.com – Koordinator Investigasi dan Advokasi Forum Cakrawala untuk Transrapansi Keuangan Indonesia (FCTKI), Jensen Anderson Sitorus, mendorong pihak Kejaksaan Negeri Batubara membongkar tuntas 11 kasus dugaan korupsi penagihan pajak tahun 2016 dan 2017 di Badan Penggelola Pajak dan Retribusi Daerah.

Selain mendorong pengusutan kasus korupsi Pajak Penagihan Galian C yang terjadi dalam program pengelolaan pajak 2015 lalu, menurutnya aparat kejari perlu kembali menumpas tuntas 11 kasus lain pada tahun program 2016 dan 2017

Dimana dugaan korupsi pajak yang belum dituntaskan pada tahun 2016-2017 diantaranya pajak Restoran, Pajak Hiburan, Pajak Reklame, Pajak Penerangan Jalan, Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan, Pajak Parkir, Pajak Air Tanah, pajak Sarang Burung Walet, Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan serta Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan.

“Supaya semua rekonstruski kasus -kasus lama yang diduga menimbulkan kerugian negara capai milyaran pada tahun 2016 dan 2017 itu lebih jelas” ungkapnya

Jensen juga meminta agar Kejari Batubara tidak tebang pilih memeriksa semua pihak pihak yang terlibat sebagai pelaku yang turut serta menikmati hasil korupsi 11 penagihan pajak bersama kepala dinas Pendapatan non aktif Batubara, Zuklafli Lubis

Termasuk Ia mendesak agar pihak kejari untuk segera meminta keterangan dari kabid Penagihan Badan Penggelola Pajak dan Retribusi Daerah Batubara, Rizali yang saat ini menjabat sebagai plt Badan Penggelola Pajak dan Retribusi Daerah setempat.

“Semua pejabat dan bendahara bendahara terkait harus diperiksa agar semua rekonstruksi kasus kasus penagihan pajak di lingkup teritorial Batubara lebih jelas di mata publik dimana mana saja peruntukanya,” kata Jensen, Senin (21/5), di Pengadilan Tipikor Medan saat menyaksikan persidangan dakwaan tindak pidana korupsi kepala dan Bendahara dinas pendapatan Batubara yang diduga mencoleng keuangan negara capai 195 juta pada tahun 2015

Sebagaimana diketahui saat ini aparat kejaksaan Negeri setempat tengah memeriksa beberapa oknum dari pejabat dinas yang bersangkutan (22/5) yang diduga terlibat menyimpangkan 11 item kegiatan penagihan pada tahun 2016 dan 2017 guna membuntuti seluruh kasus keterlibatan oknum kadis, Zulkafli Lubis dan Bendahara Penagihan, Zuraida Nasution sebagai terdakwa kasus korupsi.

Jensen meyakini aparat kejaksaan Negeri Batubara berani mengungkap beberapa kasus lagi dalam penagihan pajak tahun 2016 dan 2017 sampai tuntas meski sudah menetapkan dua orang sebagai tersangka korupsi pajak tahun 2015

Karena itu Jensen meminta agar pihak kejaksaan dapat lebih optimal lagi dalam menanganani 11 kasus pajak pajak tersebut dalam pengelolaan Badan Penggelola Pajak dan Retribusi Daerahg agar pisau keadilan tidak hanya tajam ke atas namun harus merata ke bawah guna memberikan efek jera bagi pejabat dinas yang bersangkutan dimasa mendatang

Jensen juga menambahkan dengan ditumbalkan dua orang sebagai terdakwa dalam kasus korupsi pajak pertambangan 2015 itu tidak cukup.

Ia menegaskan agar aparat kejaksaan untuk tidak menganggap puas dengan proses keadilan yang yang sedang berlangsung melibatkan pelaku utamanya yakni Zulkafli Lubis (kadispenda Batubara) dan pelaku turut serta Zuraidah Lubis (Bendahara Penagihan)

“Untuk itu Kami mendorong pihak penyidik kejari Batubara untuk Jangan menganggap kasus korupsi penagihan pajak galian C tahun 2015 ini hanya mampu menumbalkan dua orang sebagai terdakwa, kemudian menganggap telah selesai perkara perkara lain karena sudah ada yang diadili di pengadilan tipikor hari ini

” masih ada beberpa pihak lagi seperti bendahara, Kabid Penagihan dan Pendataan di Badan Penggelola Pajak dan Retribusi Daerah setempat yang justru terindikasi ikut serta belum di tumpas sampai tuntas ke akar akarnya” Tandas Jensen

Sementara itu, saat pewarta ini menghubungi pihak penyidik terkait  hasil perkembangan pemeriksaan pengumpulan bahan dan keterangan (puldata)  kasus penagihan pajak tahun 2016 dan 2017 terhadap pejabat Badan Penggelola Pajak dan Retribusi Daerah setempate Kepada kajari Batubara, Mulyadi Sajaen melalui tim seksi intelijen hingga berita ini diterbitkan belum mendapatkan tanggapan.

[*]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.