Kisah Sedih Nek Unong, Warga Batubara Yang Tinggal Digubuk Reot

BATUBARA, Jurnalhariansumut.com –Seperti kisah hidup seorang nenek yang menyedihkan dan memilukan sudah menjadi persoalan klasik bagi warga Kabupaten Batubara-Sumut. Di zaman now yang katanya sudah modern dan serba canggih ini, ternyata kita belum sepenuhnya merdeka dari penjajahan pemerintahan yang koruptif.

faktanya masih banyak ditemui disejumlah daerah mereka yang masih hidup terbelenggu oleh nyerinya kemiskinan. Hingga saat ini nasib nenek yang merupakan warga batubara ini belum mendapatkan sentuhan dari pemerintah daerah setempat, nyaris tidak mendapatkan perhatian dari program Dinas Sosial terdekat.

Bagaimanapun apiknya sebuah retorika pemerintah sudah tak lagi dapat untuk dikatakan, Malang silh berganti pun sulit terbendung, sedangkan untung tak juga bisa diraih. Begitulah pepatah melayu yang menggambarkan nasib seorang nenek tua Renta (Nek Unong:64) yang tinggal bersama cucunya Minah (5) di gubuk reot ukuran 4 x 12 dengan lantai bera­laskan kayu bekas dan tanah serta dinding yang terbuat dari papan yang lapuk dimakan usia.

Sedangkan bila datang musim hujan maka nasib si nenek bersama cucu akan kuyup kehujanan. Ini disebabkan seluruh atap gubuknya sudah bocor diterkam zaman.

Gubuk dengan kondisi sangat tidak layak huni itu Beralamat di jln sodara, gang peropat, dusun 1, desa bogak, kec.Tanjung Tiram, Kabupaten Batubara

Sementata Untuk kehidupan Nenek ini sehari-hari bersama cucu sangat bergantung pada penghasilan membelah ikan perkilo nya mendatatkan uang sebesar Rp.800 rupiah, namun di saat penyakit asam urat nenek tua ini kembali kambuh dan ter­kadang sekujur tubuhnya sulit untuk digerakkan. Akhirnya riwayat hidup nenek kembali bergantung kepada orang lain yang mau memberikan sedikit rezki, ujar Nek Unong (64) ketika diwawancarai Jurnalhariansumut.com di gubuk tua tersebut. (30/5)

Dengan berlinang air mata di raut wajah sang nenek, Ia masih optimis menjalani hidup dengan keyakinan kepada yang maha kuasa “Alhamdulilah kami masih bisa hidup sampai sekarang. Meskipun pas-pasan dari bantuan orang dengan penghasilan membelah ikan hanya Rp. 4 ribu sehari, Alhamdulillah dengan rahmat yang maha kuasa kami masih dijaga Allah sampai sekarang,” sebutnya.

Ketua Relawan Gerakan Serentak (GERTAK) Donasi Kemiskinan untuk Pemerintah Batubara, Ali Fathi Daraini mengatakan, begitu dirinya mendapat laporan dari masyarakat, Ia bersama tim relawan turut cek ke lokasi dan mengajak masyarakat agar bisa menyisihkan sedikit donasi untuk membantu dan meringankan beban Nek Unong.

” Dari bantuan yang diperoleh dalam aksi
penggalangan dana yang baru saja kami lakukan dengan panitia terhitung sejak 25 Mei 2018 alhamdulillah dapat kami peroleh sebesar Rp.3.544.000, selanjutnya penggalangan kedua pada tanggal 27 Mei 2018 kami mendapatkan bantuan dari masyarakat sebesar Rp1.170.000. total secara keseluruhan yang masih terkumpul sebeaar Rp4.714.000. sementara kami mentargetkan sebesar Rp.15.000.000

” jika dana sudah mencukupi kita semua akan segera lakukan pembedahan untuk nenek. Insya Allah dalam waktu dekat akan kita laksanakan, semoga saja Allah buka kan hati orang orang dermawan untuk memberikan subangsihbnya kepada nenek, moga moga Allah permudahkan niat kita semua ” paparnya.

Hal yang sama juga dikatakan tokoh masyarakat Tanjung Tiram, Fazzari Akbar Tanjung alias bang adek mengajak masyarakat khususnya kaum muslimin agar bisa saling berbagi sedikit rejeki atau donasi, untuk membantu proses bedah rumah nenek Unong tersebut. ” Sebab, kesedihan dan kemalangan saudara kita, adalah menjadi tanggung jawab umat muslim yang lainnya,” ajaknya.

Sedangkan tempat penyaluran bantuan ini dapat melalui Rekening Bank BRI Atas nama: Rusmi 5287-01-026850-539, bila telah di kirim harap konfirmasi lewat Kontak Person : 082274843788 (Fazzari Akbar Tanjung/ Pembina) Atau
Ke O852-7519-6495 (Ali Fathi Daraini/ketua Relawan)

Tentang Organisasi Gerakan Serentak (GERTAK)

Perlu diketahui, mereka yang tergabung dalam aksi relawan Gerakan Serentak (GERTAK) Donasi Kemiskinan untuk Pemerintah Batubara selalu siap membantu masyarakat miskin, menjadi organisasi tangan dan lidah organisasi kemasyarakatan terdepan untuk mengambil alih rasa simpati dan keperdulian terhadap rakyat yang berada dalam kesusahan disaat pemerintah atau institusi sosial kelembagaan negara tak mampu menjemput mereka yang merupakan panggilan dari Tuhan Yang Maha Esa.

[JHS/TAF]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.