Belum selesai Kasus KDRT, Kades Bulan-Bulan Tertimpa Kasus Perzinahan

Jurnalhariansumut.com –  Belum tuntas penanganan kasus dugaan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), oknum Kades Bulan-Bulan MA (51) malah  tertimpa lagi pada masalah kasus perzinahan atau kawin lagi.

Sebab, selain kasus dugaan penganiayaan terhadap istri, MA juga diduga menikahi wanita lain. Padahal ia masih terikat tali perkawinan yang sah dengan istri keduanya Maya (27), tak lain pelapor kasus dugaan KDRT oleh sang Kades.

Oknum pamong desa hasil pemilihan Kepala Desa tahun 2013 itu terancam akan kembali dilaporkan dalam kasus dugaan perzinahan.

Istri kedua MA, Maya (27) saat ditemui wartawan, Rabu (2/8) di Lima Puluh mengatakan, semula dirinya tidak percaya kalau suaminya itu menikah lagi.

Setelah diselidiki akhirnya Maya mendapat pengakuan dari dua orang warga yang ikut menyaksikan pernikahan MA dengan seorang janda diduga beranak satu berinisial Yus, warga desa Perupuk, kecamatan yang sama.

“Iya, dua orang saksi itu mengaku menyaksikan pernikahan suamiku dengan Yus. Aku ada memegang pernyataan mereka”, kata Maya sembari menunjukan surat pernyataan kedua saksi yang dimaksudnya.

Dikatakan Maya yang juga seorang ASN di Dinas Perikanan Kab Batubara itu, selain kasus KDRT yang kini sedang dalam penanganan unit PPA Satreskrim Polres Batubara, ia juga akan melaporkan suaminya MA untuk kasus dugaan kawin halangan (poligami) atau perzinahan.

Diberitakan sebelumnya, MA dilaporkan ke Polres Batubara dalam kasus dugaan penganiayaan terhadap istri. Terjadi Rabu 11 Juli lalu, di kantor Dinas Perikanan, Kab Batubara. Kini kasus tersebut masih dalam penyelidikan pihak Polres Batubara.

Kapolres Batubara AKBP Robinson Simatupang, SH melalui Kanit PPA Bripka Dian Novita Sari membenarkan laporan tersebut.

“Kita sudah memeriksa saksi-saksi dan tinggal menunggu hasil visum. Kalau hasil visum sudah keluar maka akan dikeluarkan pula SP-Kap (surat penangkapan) terhadap terlapor”, ujar Bripka Dian. (JHS/Jasmi Sayuti)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.