Waspada Penggiringan Opini Zahir & Darwis Unggul, Bisa Saja Ada Modus Terselubung

BATUBARA| Jurnalhariansumut.com – Kubu Zahir-Oky (zahroky) belakangan ini terlibat klaim survei yang mengatasnamakan lembaga Indobarometer memproleh suara tertinggi yakni 36%. Padahal belum tentu Indobarometer mengeluarkan kata-kata seperti yang dirilis ketua pemenagan Zahroky nomor urut 3, Saiful Safri dari kubu pasangan ini. Anehnya setelah memberiian klaim, tak berapa lama mereka sempat melempar wacana diserang black campaign.

Begitu juga tim dari kubu Darwis-Janmat Sembiring (DARAJAT) yang menghembuskan isu hanya kecuranganlah yang mampu mengalahkannya yang terkesan suka mencocoklogikan sesuatu fakta dan data yang belum pasti menjadi kehendak Tuhan.

Entah apa maksudnya. Tapi pola yang dilakukan kedua paslon ini patut untuk diwaspadai. Jangan sampai pasalon no urut dua sengaja menghembuskan isu unggul survei untuk leluasa menunjuk pihak lain akan melakukan kecurangan, lalu mereka (paslon urut 2) seolah “bersih”.

Indikasi ini bisa saja semakin memanas. Apalagi kedua kubu ini terus mengarahkan pembentukan opini unggul survey via medsos, sekalipun lembaga yang diklaim belum tentu mengeluarkan kata-kata seperti yang dirilis oleh kedua tim pasangan kubu tersebut.

“Pasti ada sesuatu kalau sampai berani mereka kubu no urut 2 menggiring opini hanya kecuranganlah yang bisa mengalahkan mereka. Mereka kesannya menuding orang lain berbuat curang tanpa data dan fakta, baru seolah-olah dia ini bersih dan suci. Ini mainan lama yang patut diwaspadai,” kata Zainudin Asri dari Lembaga Konsep Indonesia Research and Consulting perwakilan Batubara melalui Via Sambungan Telepon kepada Jurnalhariansumut.com, Rabu (30/5/2018).

Asri menduga , jangan sampai kubu nomor urut dua berteriak-teriak menuding pihak tertentu curang, baru mereka ingin menjalankan skenario “busuk”. Apalagi kalau pernyataannya sudah tergolong sangat sombong dan arogan.

“Kalau kubu nomor urut 2 mengklaim hanya kecurangan yang bisa mengalahkan, itu sama halnya mendahului kehendak Tuhan. Ini pernyataan sangat tendensius dan takabbur sekali,” tegasnya.

Asri meminta, mereka yang punya rekam jejak masa lalu yang sering mempermalukan rakyat Batubara dengan citra pendidikan yang buruk, harusnya mendapat pengawasan ketat baik dari pihak KPK, kepolisian dan Kejaksaan. Termasuk juga kepada mereka pasangan calon yang sok punya akses kekuasaan di pusat, seperti ingin mempolitisasi semua fakta fakta opini di lapangan.

“Saya percaya, pemilih Batubara sudah pintar, mana calon pemimpin yang sudah piawai berbohong, jago korupsi, berpura pura agamis dan sok peduli kampung ini dan mana yang benar-benar komitmen ingin memajukan dan mencerdaskan anak daerah ,” tutupnya, [JHS/*red]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.