Tak Mau dianggap “Kaleng-kaleng”, Caleg terganteng Asal Batubara Ini Optimis Menang

Jurnalhariansumut.com – Pemilu telah diambang pintu, sementara pesta demokrasi akan segera menggerutu. Kampanye para bacaleg dan partaipun sudah mulai berhamburan. Hingar bingar nya pemilu legeslatif kali ini sangat antusias dilaksanakan oleh seluruh rakyat, hanya segelintir saja yang mengkampanyekan untuk golput. Itupun karena merasa dirimereka yang paling benar.

Dari hasil pengamatan jurnalhariansumut.com terhadap slogan dan partisipasi masyarakat terhadap para bacaleg, terdapat banyak ragam dan gaya para bakal caleg yang berpose untuk merayu dan mengelabui suara rakyat. Ada yang berpura-pura bergaya ulama, pengusaha, pakaian adat ala raja, ada yang sederhana, ada yang bagai pejabat tinggi dan lain-lain sebagainya. Semua tujuan itu tak lain untuk meraih simpati dari para pemilih.

Nah dari ratusan ribuan yang tampil seindonesia, inilah bakal Caleg terganteng asal Batubara Sumut 2019. beliau adalah  Agus Syahputra Atmaja, pria yang tau mau disebut sebagai calon legeslatif kalang-kalengan, untuk itu ia memutuskan optimis maju dari partai Amanat Nasional (PAN).

 

Menurut pria ganteng berusia 26 tahun itu mengaku memilih partai PAN sebagai kendaraan politiknya. Meski sebelumnya kerap dikaitkan dengan partai lain, seperti PSI, PPP, ia mengaku telah final memilih partai Amin rais tersebut dengan alasan partai PAN itu bukanlah partai kaleng-kalang.

“Sebelumnya sempat mau dirangkul oleh partai lain ya, tapi saya lebih nyaman dengan PAN. Saya senang sudah di-support teman-teman partai yang bukan kaleng kaleng. Dan saya akan berbuat maksimal. Mudah-mudahan visi dan misinya bisa berjalan bareng,” kata Agus

Mengenai tujuannya menjadi caleg, ia mengaku hal itu tak lepas dari keinginan untuk membangun daerah di tengah apatisme nya politik anak muda

Agus Syahputra Atmaja pun membeberkan tujuannya masuk ke dunia politik. Dia menilai bahwa sistem demokrasi semakin lemah. Hal tersebut dikarenakan generasi muda bersikap pasif hingga menjadikan dirinya sebagai pemuda penyipak kaleng.

“Ya mereka (generasi muda) lihat politik itu cuma sebatas kekuasaan, jabatan, korupsi. Akhirnya mereka beralih menjadi pemuda penyipak kaleng,” ujar Agus saat ditemui jurnalhariansumut.com di kawasan indrapura, Selasa (17/7).

Padahal, menurut Agus, generasi muda seharusnya ikut menunjang perubahan negeri melalui politik bangsa dan negara, “bukan politik kaleng kaleng”. Sebab, jika tidak ada yang memegang di kursi keparlemenan di pemerintahan setempat, maka anak muda akan sulit berbuat sesuatu dan berakhir menjadi anak muda kaleng-kaleng.

“Saya nyaleg karena prihatin melihat kalangan milenial di Kabupaten Batubara yang selama ini kurang peduli terhadap pembangunan. Mereka tak bisa mewarnai kebijakan pemerintah. Karena saya sadar, di tangan pemudalah masa depan anak daerah ini nanti akan dipertaruhkan, bukan kepada pemuda kaleng kalengan Bung” serunya seraya bercanda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.