Saatnya Menagih Janji Zahir-Oky di Bidang Kesehatan, Apa Kabar RSUD?

Jurnalhariansumut.com – Keberadaan fasilitas kesehatan se­­perti rumah sa­kit Umum Daerah (RSUD) menjadi sangat penting bagi ma­sya­rakat di suatu daerah terutama yang pa­dat penduduk. Di fasilitas ke­sehatan ter­sebutlah masyarakat berharap dapat sembuh dan kembali pulih atas masalah kesehatan yang dideritanya.

Sebagai kabupaten yang sedang merintis kemajuan dan kemandirian, kabupaten Batu Bara yang saat ini ter­golong cukup memadai dalam segi jumlah fasilitas kesehatan.

Padahal terhitung pada tahun 2018 pemerintah Batu Bara melalui dinas kesehatan menempatkan anggaran sebesar Rp. 61.906 miliar untuk fasilitas kesehatan, yang sebelumnya pada tahun 2015 mendapatkan sebesar Rp. 58.08 Miliar, pada tahun 2016 sebesar Rp. 30.671 miliar dan pada tahun 2017 membengkak menjadi Sebesar Rp. 60,8.Milyar lebih (belum termasuk P-APBD) .

Namun dalam segi pelayanan rumah sakit ter­utama yang dikelola oleh pemerintah Batu Bara, sering kali dikeluhkan warganya.

Ada banyak oknum pegawai rumah sa­kit yang secara terang-terangan me­lakukan diskriminasi dan pilih kasih da­lam melayani pasien, terkhusus terhadap pe­megang kartu BPJS.

Masalah belum primanya pelayanan sejumlah rumah sakit disebuah kabupaten yang dipimpin oleh Zahirsaat ini akibat dosa lama pejabat terdahulu, berulang kali men­jadi sorotan dan menjadi tajuk utama se­jumlah media, namun sampai seka­rang kasus pelayanan buruk rumah sakit itu masih terus saja terjadi.

Pemerintah dan pihak berwenang lain­nya selama Rumah Sakit itu berdiri terkesan abai dan membiarkan pe­ri­la­ku nakal oknum rumah sakit yang mem­­per­lakukan sebagian pasien dengan se­­­mena-mena.

Alhasil hak-hak fundamental pasien yang secara tegas diatur dan di­­lin­dungi undang-undang terus ter­abai­kan. Padahal ada sebanyak 363.333 Jiwa di Batu Bara yang berhak mendapatkan pelayanan tersebut.

Baik itu Pemerintah Batu Bara saat dipimpin oleh Bupati Ok Arya, Pjs Bupati Faisal Hasrimy, Plt Bupati Harry Nugroho hingga pemimpin yang baru saat ini, Ir Zahir sepertinya tiada habisnya dan sudah sangat se­ring menerima pengaduan dari ma­sya­rakat tentang buruknya pelayanan di rumah sakit Umum Daerah (RSUD) tersebut, namun sejauh ini be­­lum ada tindakan konkrit yang dila­ku­kan pemerintah Batu Bara atas pimpinan Dinas Kesehatan maupun pimpinan di RSUD Batu Bara tersebut.

Perihal buruknya pelayanan di rumahsa­kit ini telah disaksikan langsung oleh Bupati Batu Bara Zahir, saat mela­kukan sidak pertama kalinya ke RSUD pada Sabtu (29/12) kemarin.

kehadiran Bupati dalam kegiatan sidak itu bermula dari laporan masyarakat karna pelayanan yang kerap diterimanya tidak maksimal termasuk kehadiran para dokter spesialis serta persedian obat-obatan di RSUD kebanggan rakyat Batu Bara itu juga tergolong minim dan semakin buruk.

Bahwa menunjukan besarnya sarana RSUD kabupaten Batu Bara selama ini ternyata tidak menjadi tolok ukur kepercayaan masyarakat Batu Bara untuk mendapatkan pelayanan kesehatan di RSUD tersebut, Terlihat saat Bupati sidak ke ruang rawat inap dua tingkat RSUD itu tanpa pasien sama sekali. Hal Itu mengisyaratkan bahwa RSUD Batu Bara keberadaanha semakin tidak lagi diminati oleh warganya karna takut kesehatanya semakin memperburuk.

Bahkan beredar kabar saat Bupati melakukan sidak ke RSUD Batu Bara, bahwa ada pasien yang datang berobat acap kali dibuang (dirujuk) ke RS lain karena keterbatasan obat-obatan.

Harapan Masyarakat Kepada Bupati Batu Bara yang Baru

Masyarakat berharap sebagai pimpinan pemerintahan di Kabupaten Batu Bara Zahir dapat melakukan evaluasi managemen RSUD demi perbaikan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat Batu Bara karna salah satu janji kampanye Bupati Batu Bara adalah untuk meningkatkan pelayanan dibidang kesehatan, agar rakyat kabupaten Batu Bara tidak lagi 70 % terkena Gizi buruk seperti yang  dilaporkan Zahir – Oky dahulu pada saat kampanye menjadi kenyataan (Red/jhs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.