Rumah Coklat Indrapura, Tempat Tongkrongan Generasi Y, Milinialis dan Kids Zaman Now

Jurnalhariansumut.com – Berkumpul bersama teman di kafe merupakan sebuah budaya baru akhir-akhir ini, tak heran banyak kafe-kafe baru bermunculan bak jamur yang mengikuti tren masa kekinian.

Tak pelak para kaum generasi Y (milinialis) menjadikan rumah coklat ini sebagai tempat nongkrong baru bersama sahabat, tetapi sebenarnya apa sih yang menarik minat kaum millenials untuk ngopi di kafe ini.

Rumah coklat yang lebih dikenal dengan sebutan tempat ngopi sekarang ini telah menjamur dimana-mana. Tidak hanya menyediakan coklat dan kopi semata, namun juga menyuguhkan view sebagai point of interest bagi para milinialis dan cewek cewek cantik kids zaman now lainya.

Bagi Siswa-siswi atau sejenisnya rumah coklat ini tidak hanya digunakan untuk nongkrong atau ngopi saja, namun juga dimanfaatkan sebagai tempat diskusi bahkan mengerjakan tugas. Sebut saja Café Rumah Coklat.

Kafe yang terletak di Jalan Jendral Sudirman No 8 kelurahan indrapura kota, tepatnya berhadapan dengan Kantor Notaris Zulfitri, SH, M.Kn dan  berada disamping kiri kantor BUMD Batra Berjaya, percisnya disamping kiri kantor Pos Indrapura tersebut berdiri sejak 17 Juni 2018. Baru diresmikan pada 30 Juni 2018. Kafe dengan konsep yang didesain dengan view natural dan di setiap spotnya dihiasi potongan potongan kayu tua

Rumah coklat ini juga didirikan oleh Muhammad Fadly yang merupakan Bendahara aktif di organisasi MPC Pemuda Pancasila (PP) Batubara dan seorang PNS di pemerintahan setempat yang berinisiatif untuk mendirikan sebuah tempat ngopi dengan keyakinan bahwa setiap orang kalangan milinialis pasti doyan ngopiii dengan suasana natural.

Awalnya tempat ngopi dengan fasilitas free wifi tersebut memiliki jam buka dari jam 15:00 – 24:00 malam. Tetapi karena banyaknya pelanggan membuat Pemilik harus geleng geleng kepala setiap harinya, terutama dari kalangan generasi Y alias milinialis, kafe dengan chocolate sandwich sebagai menu andalannya . tambah Ayik dengan tawa kecil di setiap wajah kalangan milinialis hadir di sepanjang malam tepat dibawah lampu petromax.

Laksana angin yang berhembus diseluruh penjuru mata, keberadaan tempat ngopi ini mulai diketahui oleh masyarakat luas, terutama para pelajar cantik, seniman dan milinialis generasi y lainya. “Bapak-bapak dan ibu ibu sekitar sini juga sudah mulai ngopi di Rumah coklat, walaupun tetap masih banyak didominasi dari kalangan anak anak muda, seniman,musisi, milinialis kids zaman now lainya. Ada juga mahasiswa, Aktivis, dan masih banyak lagi,” jelas Muhammad Fadli, pada sabtu (08/7/2018)

Karena beberapa pengelola kafe ini adalah para pelajar SMA yang tergolong masih jelita, juga ada penggiat Musisi dan Seniman yang punya kegemaran di bidang musik dan teater. Dan Tak jarang obrolan mereka mengenai budaya, seni, politik bahkan gosip seputar artis artis tik tok dan para pemain bola bisa dijumpai disini.

Kendati Rumah Coklat bertingkat tiga yang disetiap sudutnya dihiasi potongan potongan kayu tua ini hanya tempat ngemil dan ngopi secara relax, akan tetapi mereka tidak hanya menyediakan coklat dan kopi yang dibuat oleh seorang barista barista cantik sebagai menu satu-satunya. Para Barista juga menyediakan menu olahan kopi sendiri seperti long black, Dark coco, Brown Choco, white and pink choco. Harganya pun juga terjangkau, mulai dari Rp 12.000,00 hingga Rp 13.000.

Tidak hanya itu, Kafe yang kedepannya akan ditambahi dengan fasilitas perpustakaan mini ini juga menyediakan makanan berat dan makanan ringan, diantaranya Blue Savanci, D’Brazilian, Cloudy Day, sweet Seven teen,Yellow Submarine dan D’Mozart dengan mematok harga mulai dari Rp 15.000 hingga Rp 17.000.

Harga yang terjangkau untuk sekelas kafe ini adalah daya tarik tersendiri bagi pelanggan untuk selalu datang di Rumah Coklat tersebut, baik hanya untuk sekedar ngopi, ngerumpu dan berkumpul dengan teman atau komunitas lainya, bahkan wifi-an dan mengerjakan tugas. Namun, sejak berdirinya kafe ini tidak sekaligus menarik banyak pelanggan untuk datang. Hal ini dilihat dari segi pendapatan yang hanya mendapat Rp 800.000,00 setiap harinya sekarang menjadi lebih Rp 4.000.000,000 – 5.000.000.000 setiap hari (Jhs/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.