Minim Penerangan, Jalan Menuju PT INALUM Jadi ‘Sarang’ LGBT

Jurnalhariansumut.com –¬†Minimnya penerangan jalan masuk accas road menuju Pelabuhan Inalum milik Pt Plindo I, Kecamatan Sei Suka Kabuapten Batubara ternyata masih dimanfaatkan oleh kalangan tertentu untuk melakukan hal yang tidak sesuai dengan norma-norma agama yang ada.

Mengingat dilokasi tersebut telah berubah menjadi tempat atau ‘sarang’ para Waria untuk menjajakan diri sepanjang malam (7/5)

Dengan berpakaian super mini layaknya wanita sexy, para waria yang mangkal ditempat ini pun tak segan-segan menggangu pengendara dan orang yang yang melintas dikawasan itu.

Dengan gaya lemah gemulainya, mereka berusaha menarik simpati orang-orang yang melintas. Akibatnya, warga disanapun merasa resah dan takut untuk melewati jalan gelap tersebut.

Akbar (23), Warga Kualatanjung mengatakan, segerombolan para Waria itu sering ‘mangkal’ mulai di simpang kuala tanjung menuju acces road pelabuhan Inalum. Bahkan, jika mendapatkan konsumen, mereka tak segan-segan mau melakukan aksi nekat ditempat itu.

“Namanya orang normal jika kami diganggu sama mereka ya takut lah. Lebih-lebih mereka melakukan aksinya disekitar pada pukul 12:30 – 04:30 wib, bahkan tak sedikit pula dari mereka yang melakukan mesum diatas sepeda motor ditambah lagi adanya peredaran narkoba. Ya wajar saja, disepanjang jalan itu kan gelap sekali,” sebut Akbar, Rabu (18/4/2018) siang.

Sumber ini menambahkan, dirinya sering menjumpai para waria yang melayani pelanggannya di sisi jalan. Bahkan sering pula memergoki pasangan muda-mudi yang berbuat asusila di tempat tersebut.

Menurut Miarsih, Camat Sei suka yang dimintai komentarnya mengatakan aktivitas tersebut sudah berjalan sejak lama dijadikan tempat ajang kongkow bagi kaum Lesbian Gay Biseksual dan Transgender (LGBT). Bahkan tak jarang di sepanjang jalan tersebut juga dijadikan tempat praktek asusila dan pelecehan sexual.

Bahkan dalam menuntaskan persoalan itu, pihaknya sudah meminta Pelabuhan Indonesia (Pelindo) I untuk segera memperbaiiki penerangan. Jika kondisi sudah terang, dipastikan Waria yang sering mangkal disana akan pergi.

“Kita sudah pernah menyurati Pt Pelindo I beberapa kali. Tetapi sampai saat ini tidak ada perobahan. Itu kan sudah wewenang mereka, mereka itu BUMN jangan berharap anggaran dari kita semua donk,” sebut Miarsih (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.