Merebak Isu Pelantikan Pejabat Pesanan, Begini Kata Plt Bupati Batubara ke ‘Faisal Hasrimy’

Jurnalhariansumut.com – Belakangan ini merebak isu sebanyak 63 pejabat eselon III dan IV dilantik atau digeser serta 10 dari 63 pejabat eselon III dilantik tanpa berpedoman pada acuan perda. Kabarnya pelantikan tersebut merupakan pesanan kandidat Bupati (Cabup) Batubara kepada pejabat sementara (PJS) Bupati Batubara,  Faisal Hasrimy, salah satunya dalam kejadian pelantikan camat Sei suka yang dilakukan diluar jam dinas lazimnya dilakukan di kantor Bupati tanpa hak dan batas dari kewenagan nya sebagai PJS. (8/6)

Isu miring tersebut akhirnya mendapatkam tanggapan dari Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Batubara non Aktif, Raden Mas Harry Nugroho yang sebentar lagi bakal menjabat sebagai Bupati Definitif. Dia menegaskan perombakan kabinet tersebut telah mengundang amarah dari kemendagri atas ulah dan prilaku yang dilakukan Faisal.

“Kemendagri pun sebenarnya sudah marah besar atas prilaku PJs Bupati Batubara, Faisal Hasrimy bahkan larang Demosi pun nekat dilakukan diluar hak dan batas kewajaran” ungkapnya ke pewarta

Hal itu ditegaskan Raden Mas Harry, Selain Faisal telah nekad melantik Camat Sei Suka diluar jam Dinas dan tidak lazimnya dilakukan di kantor Bupati Batubara, “pelantikan ini pun seharusnya bukanlah menjadi hak dan kewenagan Faisal sebagai PJS, PJS ini nekat sekali orangnya” ungkap Harry

Sementara untuk pelantikan 5 Camat dan 5 sekretatis Camat yang sebelumnya dilantik Faisal terhitung pada  23 mei 2018 tanpa berpedoman dengan ketentuan yang berlaku, menurut Harry kebijakan itu telah lama mengundang amarah dari Mendagri, Tjahjo Kumolo.

“Padahal Raperda OPD untuk melantik para camat di masing masing OPD kecamatan yang kosong, itu kan masih dalam godokan di Provinsi. ujung-ujungnya pjs lebih mendahului pelantikan dari pada aturan, kemudian melantik para camat yang bukan hak dan kemenagan nya sebagai Pjs, bahkan larang Demosi pun nekat dia lakukan, Sebenarnya Kemendagri pun sudah mulai marah kepada nya.” tandas Harry menutup pesan singkatnya kepada Jurnalhariansumut.com

Faisal Hasrimy saat dikonfirmasi usai pelantikan itu (8/6) dengan tegas ia menapik, Faisal mengatakan isu perombakan tersebut tidak benar, jika pun ada yang dia rombak hanya mengisi jabatan yang kosong.

“Saya tegaskan sekali lagi tidak ada itu rolling Jabatan, baik dari OPD, Eselon III dan IV, rolling Jabatan itu hanya isu sesat, dan jika pun ada pelantikan itu kita dilakukan, adalah untuk mengisi jabatan yang kosong, karena kekosongan tersebut dapat menyebabkan terganggunya roda pemerintahan” kilah Faisal menghinari kekeliruan

Faisal juga melanjutkan tidak pernah memikirkan perombakan kabinet, ia lebih fokus menjalankan roda pemerintahan dan menjaga kedamaian Pilkada Batubara.

“Saya disini ditugaskan guburnur menjalankan roda pemerintahan, untuk diketahui saya tidak punya hak meroling jabatan, kalau mengisi jabatan yang kosong itu kan sah sah saja, itupun kita dapatkan teelebih dahuli persetujuannya  dari Mendagri, saya rasa itu sudah sesuai” tungkasnya mengakhiri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.