Lembaga Survei Profesional Harus Netralisirkan ‘Survei Tipu-Tipu’ di Batubara

BATUBARA, Jurnalhariansumut.com –Maraknya Lembaga survei dan tim sukses yang ketahuan rekam jejaknya bagian untuk mencoba memaksa kehendak dan menggiring opini survei subjektif dengan menguntungkan paslon tertentu dan melemahkan para rival, terus menuai sorotan.

Pasalnya kondisi ini bisa menimbulkan keresahan di tengah masyarakat umum, khususnya di pemerintahan Batubara. Apalagi jika hasil survey itu diucapkan oleh salah satu tim sukses tanpa dasar mekanisme yang jelas, itu bisa membingungkan rakyat.

Indobarometer misalnya sebagaimana yang dirilis ketua pememnagan nomor urut 3, Saiful Safry saat di hubungi (28/5) menyebutkan Zahir dan Oky (ZAHROKY) mampu meraup perolehan suara 36%, sedangkan Darwis dan Janmat (DARAJAT) hanya mampu memperoleh suara 20%, Harry Nugroho dan Muhammad Syafii 5%, sedangkan Khairil Anwar – Sofyan Alwi masih 8 % dari Hasil Responden tersebar secara proporsional dari 7 kecamatan dimana akurasinya banyak tidak sesuai dengan fakta, diingatkan kepada pasangan calon yang lain untuk tidak ikut-ikutan ketularan “berbohong” kepada rakyat.

Pemerhati Sosial Kemasyarakatan dari lembaga Konsep Indonesia, Zainuddin Asri mengungkapkan, jika hasil rilis masing-masing klaim tim sukses atau lembaga survey dengan hasil yang berbeda dan mengunggulkan kandidat yang berbeda dari fakta adalah sebuah kejanggalan.

“Bisa saja ini merupakan suatu gerakan surveyor akal akalan antara kandidat dan tim sukses tanpa melibatkan tim survey, jika pun ada temuan temuan hasil antara surveyor satu dengan yang lain mempunyai perbedaan signifikan. Ini ada apa,”tegas Asri kepada Jurnalhariansumut.com, Rabu (30/05/2018).

Tokoh Pemuda asal indrapura ini yang juga merupakan mantan ketua Umum HMI Cabang Ciputat menilai, fenomena ini juga akan berdampak pada kondisi sosial budaya dalam masyarakat, dimana rakyat Batubara akan semakin kebingungan. [JHS/taf]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.