Kesamaan Presiden Jokowi dan Bupati Batu Bara, Melihat Rakyat Seperti Melihat Dirinya Sendiri

Jurnalhariansumut.com – Ada kesamaan antara Presiden RI Joko Widodo dan Bupati Batu Bara Zahir. Keduanya  dekat dengan rakyat, kesederhanaan memimpin serta energi mereka dalam bekerja seperti tidak ada habisnya. Kebiasaanya belusukan kesetiap wilayah yang mereka pimpin, menjadikan mereka tau betul permasalahan di setiap daerah.

Selain menyerap aspirasi, keluhan maupun kebutuhan warganya menjadikan mereka berdua apa yang dibutuhkan dan apa yang harus diprioritaskan.

Lihat saja di berbagai kesempatan, mereka dekat dengan rakyat. Tidak ada sekat bagi keduanya.

Kebutuhan rakyat adalah kebutuhannya, kesedihan rakyat adalah kesedihannya. Dari rakyat, Mereka seperti melihat dirinya sendiri. Bahkan mencintai rakyat sudah seperti mencintai dirinya sendiri.

Tak pelak, pencitraan ataupun stigma negatif dari kepemimpinannya menghiasi media sosial atau media meinstren yang mempunyai kepentingan terselebung menjek-jelekan mereka.

Apakah dengan bluskan akan menurunkan popularitas dan wibawanya sebagai pemimpin?

Saya kira tidak. Memang seperti itulah harusnya seorang pemimpin. Karena, pemimpin itu tidak ada bedanya seperti seorang pelayan.

Pelayan yang senantiasi mengayomi semua kebutuhan dan keinginan setiap rakyatnya. Bukan mengayomi mereka yang mencari keuntungan di Republik ini.

Berbeda dengan pemimpin yang hanya mementikan “Popularitas” dibanding kualitas kerjanya. Ada kekakuan seketika dekat dengan rakyatnya.

Karena mereka tidak terbiasa dekat dan berbaur secara langsung dengan rakyat. Kalau hanya mencari popularitas dalam memimpin karena dengan tujuan tertentu, jangan menjadi seorang politikus, jadilah selebritis.

Berpolitik seni untuk berbuat kebaikan. Untuk kehidupan masyarakat yang lebih baik. Karena dalam memimpin itu harus siap tidak terkenal maupun tidak populer.

Berpolitiknya antara Pakde Jokowi dan Zahir, adalah berpolitik untuk menaikan harkat dan martabat rakyat, bukan berpolitiknya seperti selebritis yang mencari popularitas.

Tugas seorang pemimpin itu hanya ‘Bekerja, Bekerja dan Bekerja.’ Sedangkan kedudukan dan Jabatan, hanyalah bonus kecil dari pekerjaan yang sudah diperbuat untuk rakyat. (Red/jhs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.