Kepala Dinas Bergentayangan Memperjual belikan Proyek, Pakai nama “Faisal Hasrimy”

Jurnalhariansumut.com – Pjs Bupati Batubara, Faisal Hasrimy membantah isu kalau proyek Tahun Anggaran 2018 yang akan dibagikan kepada rekanan diperjualbelikan melibatkan beberapa oknum kadis adalah tidak benar.

“Isu itu tidak benar, semua kegiatan yang akan dilaksanakan oleh satuan kerja adalah tugas dan tanggungjawab masing-masing SKPD, ujar Faisal saat di wawancarai, Rabu (4/5) usai rapat paripurna menjawab adanya isu beredar bahwa sejumlah kepala dinas bergentayangan memperjualbelikan kegiatan proyek kepada rekanan dengan mengharapkan keuntungan dari fee sebesar 15-20% dari pagu.

Pjs Bupati Batubara mengatakan, untuk kegiatan proyek di satuan kerja (Satker) OPD belum pernah ikut campur. Apalagi sampai menentukan pelaksana tender bahkan untuk memperjualbelikan untuk mendapatkan fee adalah tidak benar.

“Saya tidak pernah memberikan instruksi seperti itu, apa lagi panita Unit Layanan pengadaan (ULP) hingga saat ini belum ada yang bekerja, belum ada satu pun projek yang dilelang, satupun Paket Blum Bisa ditender sampai hari ini, Bagaimana Bisa dijual?, tidak betul itu” sebut Faisal dan mempersilahkan agar oknum kepala dinas yang mengaku dekat dengannya dan meminta fee kepada rekanan atas nama Pjs Bupati Batubara itu dapat dikonfirmasi lebih kongkrit.

Tidak hanya itu, atas adanya isu beredar bahwa untuk mendapatkan kegiatan atau proyek di OPD Batubara lebih dulu menyetor uang 15-20% dari pagu proyek yang didapat.

Faisal mengatakan agar tidak melayani atau tidak mempercayainya karna semua proyek blum ada satupun yang dilelang.

Selain itu Ia berkilah secara keseluruhan untuk kegiatan dinas ditanggungjawabi  oleh masing-masing kepala dinas (kadis).

“Saya tegaskan, jangan mendengarkan informasi seperti itu, kalau ada kadis yang meminta fee sebelum pelaksanaan tender dan mengaku orang dekat saya itu adalah informasi yang menyesatkan” Alibinya

Sebelumnya, informasi bocornya jual beli proyek ketika salah seorang oknum yang diketahui adalah seorang PNS di Dinas Perumahan dan kawasan Permukiman Batubara menawarkan proyek yang dibebankan dalam pendapatan APBD Batubara Tahun 2018 adalah atas disposisi dari orang nomor satu di daerah itu sebagai oleh oleh (cendramata) kepada Pjs Bupati Batubara Faisal sebelum mengangkatkan kaki paska 27 Juni pilkada nanti.

Bahkan, informasi yang diduga untuk memperkaya diri sendiri itu sempat mencuat untuk mendapatkan kegiatan atau proyek di Pemkab Batubara di luar tender atau kegiatan yang memiliki anggaran di bawah Rp 200 juta itu harus didahului penyetoran uang 15% sebagai imbalan.

[*]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.