Kejari Batubara Tetapkan 5 Tersangka Baru dalam Kasus Korupsi BPJS

Jurnalhariansumut.com – Setelah memeriksa sejumlah saksi dan mengumpulkan sejumlah barang bukti, pihak Kejaksaan negeri Batubara akhirnya menetapkan lima oknum PNS Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) sebagai tersangka baru dalam kasus korupsi terkait klaim BPJS tahun 2014 dan 2015 yang tak sesuai peruntukan.

“Setelah memeriksa saksi-saksi dan mengumpulkan alat bukti, penyidik menetapkan 5 orang tersangka dalam perkara lni,” jelas Kajari Mulyadi Sajaeni melalui Kepala Seksi Pidana Khusus Asepte Ginting kepada Jurnal Sumut, Sabtu (4/5/2018) malam.

Asep memaparkan kelima nama tersangka yang diduga melakukan praktek haram tersebut antara lain dr ML, K, R, E dan AF

Disebutkan, dr ML selaku Ex Dirut RSUD tahun 2014 dan 2015, sedangkan K, R, E, dan AF selaku bendahara pengeluaran.

Kepala BPJS Cabang Tanjung Balai Nur Eva Parindury dalam hal ini menjadi saksi

Sangat terbuka kemungkinan tersangka baru akan segera bertambah, sebab modus yang dilakukan dalam kasus ini melibatkan banyak pihak dimana dr ML selaku ex derektur memperintahkan kepada Bendahara pengeluaran untuk mencairkan uang namun uangnya diambil.

Selanjutnya, diungkapkan Jaksa boru ginting ini, pihaknya akan terus melakukan pemeriksaan terhadap nama-nama yang telah ditetapkannya sebagai tersangka.

Namun saat ditanya berapa kerugian keuangan negara akibat praktek haram itu, Asepte hanya menyebutkan untuk nominal yang pasti pihaknya harus menunggu hasil audit resmi dari BPKP.

“Kerugian masih menunggu hasil audit resmi lebih lanjut, tetapi antara penyidik dengan pihak BPKP telah melakukan ekspose dan didapatkan kesepakatan bahwa terdapat kerugian kurang lebih Rp.1 Milyar,” ujar Asep

Selanjutnya pihak penyidik dari Kejari Batubara masih terus mengendus kasus ini hingga menemukan tersangka baru lainnya

TAF

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.