Karna anggap Pt Multimas Untuk Warisan Nenek Moyang, Anak Batubara Wacanakan Demo

Jurnalhariansumut.com – Karena dianggap perekrutan karyawan di PT. Multi Mas Nabati Asahan (PT. MNA) yang beralamat di Desa Kuala Tanjung Kecamatan Sei Suka Kabupaten Batubara Sumut tidak terbuka dan terkesan hanya diperuntukan sederetan orang orang yang menganggap pt tersebut untuk warisan nenek moyang nya saja, dengan modus memprioritaskan karyawan kontrak yang bekerja di pabrik tersebut, Organisasi kepemudaan (OKP) setempat yang terdiri dari Forum Putra Putri Kuala Tanjung (FPPKT) bersama Forum Angkatan Muda Desa Lalang (FAM-DL) sempat naik pitam dan mewacanakan bakal melakukan aksi unjuk rasa secara besar besaran ke PT MNA karena dianggap tidak berkontribusi kepada masyarakat dan pemuda setempat.

Hal tersebut dikatakan oleh Ketua FAM-DL, Muhammad Yunara, kepada Wartawan pada Minggu (08/07/2018).

“perekrutan karyawan PT Multi Mas Nabati Asahan selama ini tidak pernah di ekspos keluar, hanya di ekspos disederetan internal nenek moyang mereka aja, modusnya dibuat mereka dengan dalih diutamakan pekerja out sourcing dan kontraktor yang bekerja di situ untuk diangkat menjadi karyawan tetap, jadi untuk pemuda setempat kontribusi nya apa,” terangnya Yunara

Humas PT Multi Mas Nabati Membantah

Menanggapi Hal tersebut Humas CSR  PT. Multi Mas Nabati Asahan, Rasyid, ketika di konfirmasi wartawan tentang hal yang sempat membuat warga setempat naik pitam , menyampaikan bahwa sudah mendengar nyanyian tersebut melalui akun facebook, diapun menyampaikan bahwa sudah ada berkomunikasi melalui telpon maupun WA dengan ketua FAM-DL untuk beraudensi dan sulaturahim kepada pimpinan PT MNA terkait perekrutan karyawan.

“untuk hal begini perlu kita perbaiki komunikasi ya, mungkin selama ini kami miss komunikasi, silahkan aja mereka adakan demo atau pun unjuk rasa, tapi selagi diskusi itu mengambang dan tidak dapat titik temu. jangan tergesa gesa, dalam minggu ini kita akan adakan audensi,” bantahnya pada Minggu (08/07/2018).

Ketika disinggung tentang perekrutan karyawan tidak terbuka dan hanya diberlakukan untuk generasi nenek moyang, Rasyid menyampaikan bahwa, kali ini perekrutan karyawan diutamakan yang bekerja out sourcing di PT Multi Mas Nabati Asahan yang sudah bekerja minimal satu tahun untuk dijadikan karyawan.

“Bukan untuk generasi nenek moyang bang, ini cuman internal aja bang yang kita prioritaskan, sekali lagi perekrutan ini bukan untuk sederetan nenek moyang, keliru itu, mengingat dan menimbang mereka yang sudah bekerja ada yang lima tahun bahkan ada yang sampai tujuh tahun, tentu kita tingkatkan status mereka untuk dijadikan karyawan tetap. dan semua yang ikut test dan seleksi itu anak Batu Bara semua kok, masing masing dari kontraktor di multi mas ini,” bebernya.

Rasyid juga menambahkan, setiap ada perekrutan karyawan di PT MNA selalu memberikan informasi kepada lembaga resmi melalui pemerintahan desa dengan surat ataupun melalui pengumuman di media.

“kalau ada perekrutan karyawan di multi mas ini selalu kami informasi kan kepada lembaga resmi bang, terutama dekat perusahaan melalui pemerintahan desa setempat, tapi kalau untuk perekrutan yang terakhir ini, hanya internal saja, disampaikan surat dan pengumuman kepada kontraktor yang bekerja di pabrik ini,” tegasnya mengakhiri. (Jhs/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.