Informasi Bocor, Razia Satpol PP Ditanjung Tiram Hanya Jaring 5 Waria

Jurnalhariansumut.com – Diduga informasi razia telah bocor, petugas satuan polisi pamong praja (Satpol PP) saat razia pekat hanya dapat menjaring lima waria di kawasan PAM Air Kelurahan Tanjung Tiram, Kabupaten Batubara, Rabu (9/1) sekira pukul 01.00 – pukul 03.30.

Razia langsung dipimpin Kasat Pol PP Batubara  Radiansyah F. Lubis, berhasil mengamankan 5 (lima) orang waria. Masing-masing Mullim (25), Angga (25), Irwan (30), Ramlan (26), dan Reza Adytia (20).

“Razia dilaksanakan berhubung adanya laporan masyarakat bahwa aktivitas para waria sudah meresahkan masyarakat. Makanya dilakukan razia penertiban. Namun sayangnya dalam razia kita tidak menemukan para waria yang berkeliaran”, jelasnya.

Camat Tanjung Tiram Azwar MK turut dalam razia dini hari itu, mengatakan setiap waria nongkrong dikawasan ini. Apa lagi malam Minggu dan malam Kamis di Jalan Nelayan adalah tempat mangkal puluhan bencong.

Kehadiran para bencong lanjutnya sangat meresahkan masyarakat apalagi lokasi mangkal mereka berdekatan dengan Masjid dilingkungan ini.

“Maklumlah, terkadang mulut para bencong ini kalau uda ngumpul jadi ribut sehingga mengganggu orang yang sedang beribadah,” ujar Camat.

Terpisah, dua toko pemekaran Kabupaten Batubara Sarkowi Hamid dan Zulkarnain Ahmad menduga kebocoran informasi razia dari orang dalam. Soalnya diantara mereka ada juga yang punya keluarga yang jadi bencong.

Selain kehadiran waria lokasi mangkalnya tidak jauh dari mesjid, warga juga mengeluhkan kehadiran warung tuak sekitar 100 meter dari mesjid.

Kamarudzaman pedagang sembako mengakui para pedagang sangat resah akibat keberadaan warung tuak yang disebut-sebut dikelola warga Tanah Datar Kecamatan Talawi.

Tuak dijual dengan paket – paket botol dimulai sekitar pukul 16.00 WIB dan tutup sekitar pukul 21.00 WIB. Kamarudzaman para peminum tuak yang sudah dipengaruhi alkohol kerap mengambil rokok maupun mi instan dari warung pedagang namun tidak membayar.

Kegelisahan warga dan pedagang tuak tersebut sudah kerap diadukan ke Muspika Tanjungtiram. Muspika bahkan telah memanggil pengelolanya namun sepertinya tidak digubris.

“Kita minta Kapolres Batubara menindak masalah ini, agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan”,tukasnya.

Menyikapi persoalan itu dan minimnya jumlah waria yang terjaring, Koordinator Div Hukum dan HAM Gemkara Ahmad Yani, SH menduga ada orang – orang yang tidak bertanggungjawab untuk  menghubungi salah satu waria yang sering mangkal di lokasi razia.

Ahmad Yani meminta dalam agenda penertiban pekat kedepan Satpol PP lebih ‘safety’ menyusun serta menurunkan personel agar tidak adalagi indikasi kebocoran informasi sehingga razia bisa lebih maksimal. (Red/jhs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.