Hari Libur Bupati Batu Bara Tetap Sidak ke RSUD

Jurnalhariansumut.com –

Meskipun Sabtu (29/12) merupakan hari libur bagi PNS, Bupati kabupaten Batu Bara Zahir tetap menggunakan waktu libur tersebut untuk melakukan tugas-tugasnya sebagai seorang Bupati yang baik.

Sejak pagi tadi, mantan Anggota DPRD Sumut itu kembali berkeliling Batu Bara, menuju tempat-tempat yang menurutnya perlu mendapat perhatian khusus secara serius.

Bupati Dibonceng Naik Sepeda Motor

Saat melakukan sidak, tak seperti biasanya, Zahir malah lebih memilih dibonceng mengendarai Sepeda Motor Bak Sewa Ojek ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Batu Bara dan diikuti  oleh puluhan mobil yang mengekorinya.

Zahir yang didampingi oleh adiknya Faizal Rayhan, Kepala Dinas Kesehatan  dr Dewi Chaylati, Plt Direktur RSUD dr Juri Freza dan staf beserta rombongan lainnya meninjau rumah sakit kumuh itu.  Inspeksi mendadak ini pun sontak menjadi perhatian warga.

Keganjalan Instalasi Pengelolaan Air dan Limbah (IPAL) 

RSUD Batu Bara masih tersandara Instalasi Pengelolaan Air dan Limbah (IPAL)

Di sana, Bupati menemukan keganjalan tentang persyaratan kelulusan akreditasi RSUD Batu Bara yang dibangun beberapa tahun silam. Salah satunya adalah masih tersandara Instalasi Pengelolaan Air dan Limbah.

Meski tim akreditasi program khusus (progrus) Kemnkes RI telah melakukan survey dalam upaya akreditas RSUD Batu Bara tahun ini, namun hal itu belum menggaransi rumah sakit tersebut lulus akreditasi, masalahnya adalah masih terganjalnya IPAL/red.

Ganjalan itu diakui oleh Tim akreditasi RSUD Batu Bara Makiani dihadapan Bupati Zahir, bahwa semua RSUD harus terakretitasi, jika tidak maka ancamanya tidak bisa membuat MoU dengan BPJS.

“dari survey di RSUD Batu Bara semangat managemen RSUD sudah cukup besar. Hanya saja masih terganjal IPAL.  hal itu dapat terpenuhi, jika Bupati mau menandatangani izinnya.

Menjawab hal itu Bupati Batu Bara Zahir meminta agar antara Dinkes dan RSUD dapat membangun komunikasi yang baik. Sebab ia khawatir akibat tidak singkronya komunikasi kedua pejabat itu akan berdampak RSUD tidak terakreditasi.

“RSUD ini harus baik dan berkarakter, pejabatnya juga harus baik. Pemkab Batu Bara mendukung penuh upaya akreditasi agar masyarakat tidak lagi berobat ke RS diluar daerah”, ujar Bupati.

Terkait izin IPAL, Zahir meminta Kadis Kesehatan Dwei dan Dirut RSUD untuk segera melengkapi persyaratan yang tidak menabrak peraturan.

“Siapkan persyaratannya sesuai aturan, dan jika sudah beres besok juga akan saya teken, tegas Zahir. (red/jhs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.