Dr Trisna Berjam-jam Diperiksa di Ruangan Kejari Batubara, Akankah Menjadi Tersangka?

Jurnalhariansumut.com – mantan direktur RSUD Kabupaten Batubara tahun penguna anggaran 2016, dr Trisna Nasution tiba-tiba masuk ke ruangan kantor Kejaksaan negeri Batubara dini hari, Senin (7/5/2018) sekira pukul 10 pagi.

Pantauan jurnalhariansumut.com, dia datang mengendarai kendaraan Honda CRV bewarna hitam bernopol BK 1814 ES di samping pintu masuk Kejari. Dia masuk ke gedung itu secara terpogah-pogah dan kandas membawa muka pucat.

Selama lebih lima jam lamanya diperiksa di ruangan kejari, sekira pukul 15.18 Wib, dia belum keluar dari ruangan. Melihat itu, awak media yang telah lama menanti-nanti status pemeriksaanya, langsung menanyakan perihal ini melalui kepala seksi intelijen aparat kejaksaan.

Foto ist/TAF

“Tidak ada apa-apa, dia diperiksa hanya untuk menjadi saksi dalam kasus BPJS”, kata Kasi Intel Muhammad Haris

Apa yang sebenarnya telah terjadi dengan mantan direktur RSUD Batubara itu, Benarkah dia hanya diperiksa untuk menjadi saksi kunci dalam kasus dugaan korupsi klaim BPJS yang sebumnya melibatkan status dr Marlina Lubis, Khairunnisa, Riyanti, Enirawati dan Ahmad Fani sebagai tersangka baru dalam kasus ini?

Lalu bagaimana kesaksiaan dr Trisna dalam kasus klaim BPJS yang sempat mengegerkan jutaan umat netizen, hingga capai kerugaian negara senilai rp.1.096 milyar?

Menginggat beberapa hari yang lalu kepala seksi pidana Khusus (pidsus) kejaksaan, Asepte Ginting saat dikonfirmasi sebelumnya memaparkan ke sejumlah media pemberitaan, “sangat terbuka kemungkinan tersangka baru akan bertambah?, kamis (3/5)”, Akan kah dalam kesaksiaan ini, dr trisna yang akan menjadi sasaran “tersangka” baru aparat kejaksaan?

atau kah memang ada rencana lain dari penyidik kejari Batubara untuk kembali memperiksa kasus korupsi Obat obatan senilai 800 juta selama dr trisna masih menjabat sebagai direktur RSUD pada tahun 2016 lalu, yang mana belanja anggaran 800 juta itu diketahui dibelanjakan tidak berdasarkan pada ketaatan undang-undang yang berlaku(e-catalog), melainkan dibelanjakan secara ketengan di beberapa perusahaan-perusahaan farmasi di medan, Sehingga berpotensi merugikan keuangan negara capai ratusan juta rupiah.

Semua kecurigaan yang sempat dilemparkan kepada aparat kejari Batubara hingga saat ini masih belum mendapatkan status.

Mengingat tahun 2017 lalu Kejari Batubara saat dikonfirmasi melalui kepala seksi intelijen, Muhammad Haris mengatakan “tak menutup kemungkinan Rencana kegiatan anggaran (RKA) RSUD Batu Bara selama dipimpin dr Trisna akan segera kembali diperiksa jika ada ditemukan beberapa penyimpangan yudidis.

Kepala Seksi Intelijen, Muhammad Haris saat kembali dikonfirmasi, membenarkan kedatangan dirinya hanya untuk diminta keterangan menjadi saksi atas bocornya keuangan negara senilai 1.096 Milyar dalam kasus klaim BPJS tahun 2014 dan 2015.

“Tidak ada apa-apa, dia hanya diperiksa untuk menjadi saksi kasus klaim BPJS. terkait dugaan korupsi anggaran 800 juta obat obatan di RSUD tahun 2016, setau saya statusnya masih dalam kajian, masih ada beberapa kekurangan keterangan dari si pelapor,”, tandasnya

(Jhs/taf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.