Demi Jabatan, Sesama Pejabat Batubara Saling Menjatuhkan

Jurnalhariansumut.com – Aksi saling menjatuhkan antar sesama pejabat di jajaran pemerintahan Batubara kian massif terjadi. Hal tersebut membuat Harry Nugroho selaku Pelaksana Tugas Bupati  Batubara murka.

Fenomena tak terpuji yang dilakukan sejumlah oknum sesama pejabat, dinilai sebagai sebuah bentuk penyampaian karakter sirik itu sendiri. Karena kemampuannya dibawah rata-rata, sehingga mereka nekad menciptakan cerita miring sesama pejabat dengan memanfaatkan orang lain.

plt Bupati Batubara mengaku prihatin, karena ulah seperti itu akan memicu permasalahan dalam tatanan birokrasi. “ Jika mereka mau mencari posisi dalam pemerintahan, harusnya menunjukan kemampuan serta profesionalisme dalam melaksanakan tugas sebagai aparatur sipil Negara, bukan dengan cara yang tak terpuji” ujar nya saat di hubungi vai telepon (02/7)

Menurut Harry, setiap pejabat yang akan menduduki jabatan tertentu harus melalui open building, dan memiliki track record yang baik. “ Harus professional, akuntabel serta mau melaksanakan tugasnya melayani masyarakat dengan tulus akan diberikan jabatan sesuai dengan keahliannya. Kalau menyangkut pejabat dari luar daerah, saya harus mendengar aspirasi masyarakat lebih dahulu, kalau mayoritas menolak kehadiran pejabat dari luar daerah, tentunya saya harus pertimbangkan itu, karna saya ingin meningalkan pemerintahan ini dengan tangan bersih,” tandasnya.

Harry menegaskan bahwa masing masing pimpinan SKPD harus inovatif, sehingga pangkat bukanlah semata-mata sebagai jaminan untuk menjadi pimpinan

Dari pantauan Jurnalhariansumut.com, selang beberapa pekan terakhir ini, sejumlah pejabat Eselon II hingga eselon III tampak kasak-kusuk bahkan ada yang nekat mengelar rapat gelap. Ada yang sibuk mencari muka sebelum hingga sesudah pilkada di hadapan Harry, namun ada pula yang sibuk membahas rolling pejabat yang akan dilakukan secara besar-besaran. Tak terkecuali aksi saling menjatuhkan antar sesama, dengan menebarkan isu miring terhadap sesama mereka (pejabat) yang memiliki kapabilitas untuk menduduki jabatan tertentu ditingkatan eselon II, termasuk dianataranya siapa siapa yang bakal diposisikan sebagai penganti Setda, Bapeda, BPKAD, BKD, PMD, Dinas Pendidikan, Pertanian, Capil, Peternakan, Inspektorat, PUPR, Kesbangpol dan Dispenda. (Jhs/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.