Berhembus Isu Lantik Camat Pesanan, Netralitas Pjs Bupati Batubara “Ternoda”

Jurnalhariansumut.com – Pejabat Sementara (Pjs) Bupati Batubara, Faisal Hasrimy belakangan ini mulai menjadi buah bibir dan sorotan dikalangan masyarakat kabupaten Batubara.

Pasalnya, baru beberapa bulan Faisal Hasrimy menjalankan tugasnya sebagai kepala biro umum pemerintahan Provinsi Sumatera Utara yang diamanahkan oleh Gubernur Sumatera Utara, Tengku Erry Nurady sebagai Pjs Bupati Batubara tersebut mulai berulah.

Setelah dikabarkan merombak sejumlah kabinet eselon II dan sebanyak 63 pejabat eselon III serta eselon IV, dimana 10 dari 63 pejabat yang dilantik tidak sesuai dengan permendagri yang dilantik secara prematur tanpa perda, yang notabenen sebelumnya sudah disusun rapi oleh plt Bupati Batubara, Raden Mas Harry Nugroho sebelum cuti masa kampaye karena mencalon diri untuk kedua kalinya.

Ironisnya lagi, beredar rumor seluruh penunjukan eselon II dan pelantikan 63 pejabat eselon III dan IV tersebut sengaja ditanggarai oleh pesanan salah satu Pasangan Calon (Paslon) Bupati yang bakal bertarung di Pilkada Batubara kali ini.

salah satunya yang dilantik hari ini adalah Camat Sei Suka tanpa di hadiri seorang pun dari staf dan pegawai camat, Kepala Desa, muspika, tokoh agama dan masyarakat setempat dilaur jam dinas, yakni sekira pukul 17:40 yang diselengarakan tidak lazimnya di kantor Bupati, melain kan di kantor camat setempat .

Kebijakan ini jelas menimbulkan kontraversi dan pro kontra ditengah masyarakat secara luas. Banyak yang menilai apa yang telah dilakukan Faisal Hasrimy sudah jauh diluar administrasi birokrasi yang seharusnya, apa lagi pelantikan ini merupakan pesanan salah satu kandidat yang dapat menimbulkan mal administrasi dalam tata negara.

” Kalau begitu berarti Pjs Bupati Faisal Hasrimy ini sudah jelas tidak netral, itu melanggar aturan, masak baru beberapa hari sudah merotasikan dua pimpinan OPD, dan setelah beberapa bulan kemudian merasullfle para pejabat eselon III dan IV secara prematur alias menabrak ketentuam yang berlaku,” ungkap tokoh masyarakat Batubara, Hajis Ulung  yang juga merupakan ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) kepada jurnalhariansumut.com (8/6).

Hajis Ulung menambahkan, jika itu yang dilakukan Faisal Hasrimy tidak menutup kemungkinan dampaknya bakal menimbulkan gejolak paska pilkada berlangsung. Batubara yang selama ini dijabat faisal Hasrimy telah ternodai oleh sikap keperpihakannya terhadap salah satu kandidat yang dekat dengannya.

” Padahal pekerjaan dia disini menjaga agar Pemilu di Batubara berjalan sukses. Bukan membuat kebijakan serampangan yang bisa membuat masyarkat Batubara membrontak,” tukasnya.

Faisal Hasrimy saat dikonfirmasi usai pelantikan dengan tegas menapik, dia mengatakan isu perombakan dan pelantikan tersebut tidak benar, jika pun ada yang dia rombak hanya mengisi jabatan yang kosong dengan alibi pemerintah tidak boleh kosong.

“Saya tegaskan sekali lagi tidak ada rolling Jabatan, baik dari OPD, Eselon III dan IV, rolling Jabatan itu hanya isu sesat,” ungkap Faisal Hasrimy membantah Jumaat (8/5).

Faisal juga mengungkapkan tidak pernah memikirkan perombakan kabinet, ia lebih fokus menjalankan roda pemerintahan dan menjaga kedamaian Pilkada Batubara.

“Saya disini ditugaskan guburnur menjalankan roda pemerintahan, untuk diketahui saya tidak punya hak meroling jabatan, kalau mengisi jabatan yang kosong itu sah sah saja, itupun kita dapatkan persetujuannya terlebih dahulu dari Mendagri, saya rasa itu sudah sesuai”  Tutupnya

Terpisah, ketika digali lebih jauh kepada kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Batubara terkait pelantikan ini, dirinya ogah memberikan komentar apa pun.

“Ah, bikin pening kepala aja pelantikan ini pun, ga tau tau aku” Kilah Saut Siahan

Sementara camat Sei Suka yang dilantik, Adil Hasibuan ketika dirayu oleh pewarta berita untuk bicara jujur apakah pelantikan ini salah satu pesanan dari salah satu kandidat Bupati?, Ia hanya dapat membenarkan lewat isyarat.

“Heheh (ketawa), sudah lah, dah sama sama tau nya kita ni dek, tolong tolong juga lah jaga abang disini ya” alibi Adil Hasibuan kepada insan pers.

Menaggapi fenomena pelantikan ini, Plt Bupati Batubara non Aktif, Raden Mas Harry Nugroho dalam via WA mengungkapkan bahwa pelantikan Camat Sei Suka tersebut dilakukan diluar batas batas hak dan kewenagan PJS.

“Selain Melantik diluar Jam Dinas lazimnya di kantor Bupati, pelantikan ini seharusnya bukanlah menjadi hak dan kewenagan nya, PJS ini orang nya nekat sekali

Sebenarnyakankan, lanjut Raden Mas Harry, “Raperda OPD kecamatan masih dalam godokan di Provinsi. ujung-ujungnya sudah dilantik camat camat nya oleh PJS, bahkan larang Demosi pun dilakukan oleh PJS, Sebenarnya Kemendagri pun sudah mulai marah.” tutup Raden Mas Harry mengakhiri

[JHS/*]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.