Aniaya Istri Muda Hingga Berdarah, Kades Terancam Masuk Bui

Jurnalhariansumut.com – Dugaan tindak pidana Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) oleh oknum Kades Bulan-bulan, Kecamatan Lima Puluh Mahmuda (51) terhadap istri ‘mudanya’ Nur Maya (27) mulai diproses pihak Polres Batubara. Melalui Unit PPA, Selasa (31/7/2018), laporan pengaduan Maya mulai dilanjutkan dengan melakukan pemeriksaan saksi-saksi. Suami Maya, Mahmuda, sang oknum kepa desa tersebut kini terancam mendekam ke jeruji besi.

Plt Kasat Reskrim Polres Batubara AKP Hery Tambunan melalui Kanit PPA, Bripka Dian Novita Sari, kepada wartawan mengatakan, sudah meminta keterangan terhadap dua orang saksi, berikut alat bukti berupa pecahan gelas yang menyebabkan tangan Maya terluka.

“Kita tinggal menunggu hasil visum, kalau hasil visum sudah keluar maka Surat Penangkapan (SP-Kap) terhadap terlapor juga kita keluarkan,” jelas Bripka Dian.

Sementara itu Maya, ASN yang  bertugas di Dinas Perikanan Kabupaten Batubara, sebagaimana yang dilansir metro24jam.com di Mapolres Batubara mengaku sudah tak tahan lagi hidup bersama suaminya sang kades. Sebab menurut dia, Kades yang lebih tua bangka 24 tahun dibanding usianya itu selalu ‘ringan tangan

Seperti diketahui, penganiayaan terhadap dirinya terjadi Rabu (11/7/2018) sekira pukul 11.30 Wib, di kantor dinas Perikanan Batubara.

Kejadian itu berawal ketika dia meminta untuk berpisah dengan kades tersebut. Namun permintaannya itu ditolak. Karena permintaannya tidak dipenuhi sang kades kemudian Maya berusaha memediasi hubungannya itu melalui atasannya.

Namun, usaha Maya untuk memediasi hubungan l dengan sang Kades malah berujung penganiyaan dan pencelaan. Itu terjadi setelah pihak dinas tempat Maya bertugas mengirimkan sepucuk surat yang ditujukan kepada Mahmuda.

Tak terima atas perlakuan penganiayaan suaminya, Maya akhirnya membuat pengaduan ke Polres Batubara diterima oleh Aiptu BT Damanik dengan STBL No: 146/VII/2018/Polres Batubara, tanggal 11 Juli 2018.

Fitri (27), yang menjadi saksi dalam kasus KDRT tersebut mengaku menyaksikan perkelahian Maya dan Kades. “Mula-mula mereka cekcok dan rampasan HP milik Maya. Kemudian gelas yang terletak di meja dipegang MA dan seketika dipecahkan ke lantai. Pecahan gelas itu mengenai tangan kiri Maya hingga berdarah-darah. Darahnya berceceran di lantai,” beber Fitri.

Pergelutan pasutri itu kata Fitri terus berlangsung dari ruangan sampai ke halaman kantor. Kejadian itu juga sempat membuat kegaduhan bahkan aktivitas di kantor saat itu jadi terganggu.

“Iya, aku juga melihat darah dari tangan Maya berceceran di lantai,” sebut Vita, seorang rekan kerja Maya lainnya.

Sementara itu, Kades, Mahmuda ketika dikonfirmasi melalui telepon, Selasa (31/7/2018) membantah semua tuduhan tersebut. “Itu tidak benar, itu fitnah. Bukan saya yang mukul dia, tapi sebaliknya yang memukul saya hingga berdarah dan terkena pecahan gelas,” jawabnya.(fik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.