52% Pemilih di Pilkada Batubara Masuk Kategori Galau

Jurnalhariansumut.com| Batubara –  Kordinator Peneliti Lembaga Survy Konsep Indonesia Research and Consulting Wilayah Batubara, Zainuddin Asri menyebutkan, 52% warga kabupaten Batubara merupakan pemilih galau.

Menurutnya, dibanding daerah lain yang juga menyelenggarakan Pilkada, Batubara ini termasuk daerah yang dinamis.

“Ada sekitar 52 persen pemilih yang masih bisa merubah pilihan calon di Pilkada. Bahkan mereka bisa merubah pilihan karena dipengaruhi uang,” kata Asri, Selasa (9/5/).

Dikatakannya, pemilih Batubara cenderung mengharapkan timbal balik dari kandidat calon jika si calon tersebut ingin memperoleh suara.

Terutama suara pemilih yang berdomisili di wilayah dekat dengan pesisir atau sekitar kawasan industri lebih bisa dipengaruhi agar merubah pilihan hanya dengan diberikan uang.

Dia menjelaskan, masyarakat yang paling rentan berubah pilihan karena terpengaruh uang, rata-rata mereka yang berdomisili di Kecamatan Medang Deras, Limapuluh, Tanjung Tiram dan Sei Suka.

“Sejumlah responden yang menjawab, masyarakat di empat kecamatan itu lebih tertarik ke calon yang memberikan uang,” ujarnya.

Hal itu berbanding terbalik dengan masyarakat di wilayah Kecamatan Talawi, Sei Balai dan Air Putih yang justru lebih rendah dalam hal mengubah calon pilihan mereka di pilkada.

Lebih jauh, dalam hasil survei tersebut juga menyebutkan isu-isu korupsi yang menyerang kandidat calon juga masih bisa mempengaruhi pilihan masyarakat untuk merubah pilihannya.

Di samping itu, bisa pula dengan interaksi langsung antara kandidat calon dengan masyarakat, program-programnya dan perkembangan situasi saat mendekati hari pencoblosan.

“Dari angka 52 persen tersebut, dibagi masyarakat yang tertarik merubah pilihan karena ada kandidat yang memberikan uang atau sembako sebesar 31 persen dan isu-isu negatif 5 persen. Serta lain-lainnya, misal interaksi calon dengan pemilih, atau program serta visi misi calon sebesar 16 persen,” terangnya.

Dari Survy Konsep Indonesia Research and Consulting ini dilakukan pada tanggal 12-23 Maret 2018 dengan mengambil sampel sebanyak 450 responden yang dipilih secara acak bertingkat di 7 kecamatan Batubara dengan menggunakan teknik multi stage random samping dengan margin error ± 4,71 persen.

[Jhs/aft]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.